Iluvia merebahkan tubuhnya dikasur, ia benar-benar butuh sendiri sekarang. Ia benar-benar seperti tidak semangat lagi untuk melanjutkan hari, ia sudah kehilangan seseorang yang baru ia sadari bahwa orang itu cukup berarti didalam hidupnya. Dan malam ini, sudah ia putuskan bahwa ia akan mengawali hidup baru tanpa adanya seorang 'Raka' si penipu kelas kakap yang berhasil membuat Iluvia menanggapnya bahwa ia adalah benar sahabat kecilnya. "Baik-baik disana, Ka." bibirnya bergetar mengucapkan itu, lalu sedetik kemudian air mata berhasil lolos begitu saja. Entahlah, mengapa gadis itu belakangan ini sangat cengeng. Tetapi yang jelas, ia akan berusaha tidak mengingat Raka lagi. Karena bagaimanapun, semua ini terjadi sebab sudah digariskan oleh Tuhan. Ya beginilah adanya. ~~~ Sedangkan ditemp

