Setelah menjelaskan semuanya kepada Iluvia, Dirga mengantar gadis itu untuk bertemu dengan Arkan. Tujuan utama mereka adalah rumah Arkan, karena tidak mungkin sekali jika suasana hati Arkan sedang kacau dan ia kembali kesekolah yang dipenuhi beraneka ragam pelajaran yang membuat kepala semakin ingin meledak. Sesampai didepan pagar rumah Arkan, Iluvia segera turun dari mobil dan berjalan mendekati pagar. "Permisi!" teriaknya dengan tak sabar, "Permisi! Arkan!" Dirga mendekat lalu ikut berteriak namun tak seantusias Iluvia. "Arkan," Pria paruh baya keluar dari arah belakang, mendekati kedua pemuda itu. "Eh, Den Dirga. Ada apa atuh?" "Arkan nya ada, Mang?" tanya Dirga kepada pria itu; Mang Eno, asisten rumah Arkan. "Lah bukannya belum jam pulang sekolah ini teh," "Kebetulan pulang cepet

