“Halo ...” Kiranya, Kairo akan sama seperti pria yang sedang selingkuh pada umumnya. Mereject telepon istrinya, atau malah mematikan ponselnya langsung. Tapi yang terjadi malah, Kairo mengangkat panggilan dari Aika begitu saja. Bahkan, tanpa mempedulikan tatapan penasaran dari wanita yang ada di hadapannya. Apa ini artinya, Aika terlalu su’udzon pada suaminya sendiri. “Halo, Pak.” Tadinya, Aika juga mau langsung menghentikan panggilannya saja. Pikirnya, buat apa dia menelepon? Toh yang dikhawatirkannya ternyata sedang makan, iya ‘kan? Bersama wanita cantik lagi. Jadi ya, gak perlu diingetin lagi kayaknya. Berhubung Kairo sudah mengangkat telepon darinya, Aika mau tak mau meneruskan hubungan telepon itu. “Bapak di mana?” tanya Aika, memancing kejujuran Kairo. “Sedang ada urusa

