Mas Bos 16

1700 Kata

Kairo langsung menghempaskan tubuhnya dengan lelah pada sofa di sampingnya saat melihat tamunya sudah keluar dari ruangan itu. Setelah itu menghela napas lega karena akhirnya, negosiasi cukup alot mencapai kata deal. Maklum lah, kliennya kali ini sangat detail sekali dan kritis sekali dalam menilai segala aspek dalam kontrak kerja yang Kairo tawarkan. Kairo harus memutar otak dengan keras, agar kerja sama ini tetap terjadi. Namun, jangan panggil Kairo anak Daddy Arjuna Setiawan. Kalau yang begini saja gak bisa dia tangani. Memang di antara anak-anak Daddy Arjuna, Kairo lah yang mewarisi darah bisnis daddy-nya. Jadi yang kayak begini mah, kecil lah.... “Pak?” Kairo langsung langsung mendongak mendengar panggilan itu. Tentu saja sudah Kairo hafal suaranya. Itu adalah suara serketarisnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN