*Happy Reading* "Pokoknya Aika gak mau!" Aika merajuk setelah mendengar titah Kairo yang tiba-tiba pagi ini. Bagaimana tidak merajuk, jika baru saja melek mata, Si Mas Bos-nya ini seenaknya saja menyuruh Aika berhenti bekerja. Kan, Aika sebel, ya? Aika juga masih butuh cuan! "Harus mau!" jawab Kairo tanpa hati, membuat Aika makin kesal. "Tapi kenapa? Why? Salah Aika apa? Kerjaan Aika gak ada masalah, kok. Aika juga lumayan rajin selama ini. Kenapa harus berhenti?" Aika masih mencoba mencari pembelaan diri. "Karena kamu harus fokus pada pengobatan rahim kamu," terang Kairo jujur. "Kan, itu masih bisa dilakukan nyambi kerja, Mas Bos. Aika kan bisa ijin dan--" "Akan sering gak masuk kerja, hingga membuat divisi kamu berantakan. Ayolah, Aika. Mengertilah posisi saya. Saya tidak bisa

