*Happy reading* "Maaf, Pak. Saya cari taksi saja." Dengan sigap, Alvaro mencekal tangan Bianca, saat gadis itu hendak melewatinya. Cowok itu menarik Bianca menuju sedan hitam mengkilat, yang terparkir di dekat mereka. "Eh, Pak. Saya bilang, saya naik taksi saja, Pak. Masih ada perlu soalnya," tolak Bianca yang dengan konyolnya berpegangan pada tiang halte. Apaan sih, gadis ini? "Ck, Lepasin itu, Bianca! Jangan bikin malu!" Alvaro memelototi orang yang bisik-bisik sambil menunjuk mereka. "Tapi, ta--" "Kamu tadi sudah setuju, jadi sekarang saya tidak terima penolakan!" ucap Alvaro dengan suara menggelegar. Bianca pun bergidik ngeri, sebelum akhirnya mau melepaskan pegangannya. Gila, suara petir aja kalah powerfull dibandingkan suara Alvaro. "Bagus," ucap Alvaro yang mena

