“Bang, Bunda sudah diskusi sama Daddy. Soal masalah Kamu dan Aika,” ucap Bunda Karina tiba-tiba. Di sela acara sarapan mereka. Eh? “Kami memutuskan. Akan mengakhiri semuanya.” Maksudnya apa? Apa yang mau diakhiri, Bun? Pernikahannya dengan Aika? Atau apa? “Nggak, Bunda. Abang gak mau!” tolak Kairo tegas. “Loh, kok gak mau? Ini ‘kan buat kebaikan kalian berdua?” Bunda Karina berkata dengan heran. “Kebaikan apa, Bunda? Kebaikan seperti apa yang ingin Bunda berikan? Bunda ‘kan tahu, abang pernah kehilangan orang yang abang sayangin. Masih mending abang gak trauma. Sekarang Abang udah jatuh cinta sama Aika, Bunda. Abang gak mau sampai kehilangan dia. Abang gak mau pisah pokoknya! Gak peduli harus berapa tahun nunggu ingatan Aika balik. Abang akan tetap nunggu dan— Aduh! Sakit, Bunda!”

