“Ka, kami duluan, ya?” pamit salah satu temannya, saat jam latihan sudah selesai. Seperti biasa Aika selalu memilih pulang paling belakangan demi memperlancar materi yang baru saja dia dapatkan hari ini. Lagi pula, abangnya juga akan menjemputnya telat. Karena sedang mengurus dokumen keperluan, untuk kepindahannya bulan depan. “Iya, hati-hati di jalan ya?” balas Aika sambil melambai dengan riang. “Lo juga hati-hati. Udah mau maghrib ini, nanti ada yang nongol di pojokan,” temannya mencoba menakuti Aika. “Haish ... Kamu nih. Biarin ajalah, aku nggak bakal ganggu mereka, kok. Jadi, ya masing-masing aja,” jawab Aika sekenanya. Lalu, ketiga temannya itu pun hanya terkekeh saja. Benar-benar meninggalkan Aika di ruang latihan itu sendirian. Tidak ada masalah untuk Aika, karena ia sudah bia

