Chap 12

625 Kata
"Lo pada lihat Aron nggak?" tanya Brian. "Nggak tau gue." jawab Farel sambil meletakkan kepalanya diatas meja. "Paling juga telat terus dihukum sama Bu Rina. Kayak lo nggak tau kebiasaan Aron aja."  jawab Alvaro sambil mengarah kearah depan memperhatikan guru yang sedang mengajar. "Gue mau nanya dong." ucap Brian. "Apaan? bukannya lo tadi udah nanya?" ucap Alvaro. "Iya ya." sahut Brian sambil mengaruk tengkuknya tak gatal. "Bloon sih." ucap Farel. "Iya nih, bloon." sahut Alvaro. "Lo yang bloon." sahut Brian. "Kok gue? Ya lo lah." sahut Alvaro tak mau kalah. "Lo." "Lo." "Lo." "Lo." "Lo." "Lo!" "Itu yang ada dibelakang jangan pada ribut." tegur guru yang sedang mengajar. "Nggak ribut kok pak." sahut Alvaro. "Iya pak, cuma ricuh doang." ucap Brian. "Sama aja woy!" ujar Alvaro. "Sama aja cuy!" ucap Farel. "Nggak usah ngegas keles!" sahut Brian. "Kalian bertiga keluar dari kelas saya, sekarang!" bentak pak Ifan. "Ntar kalo kita ketinggalan pelajaran gimana pak?" tanya Farel basa basi. "Huuuu, sok lo!" teriak Brian. "Makanya kalau bapak sedang mengajar di depan diperhatikan, jangan ribut terus. Sudah sana duduk." omel pak Irfan. "Nggak jadi keluar nih pak?" tanya Alvaro dengan sok polos nya, yang membuat pak Irfan kembali naik darah. "Kalian keluar, SEKARANG!!" Bentak pak Irfan dengan menekan kata 'sekarang'. "Makasih banyak pak! Jadi makin sayang." ucap Brian. Semua siswa yang ada di dalam kelas pun tertawa mendengar ucapan Brian yang ngawur. Kemudian Alvaro, Brian dan Farel keluar dari kelas dengan santai nya tanpa rasa bersalah. "Senang nya bisa menghirup udara bebas." ucap Farel sambil merentangkan kedua tangan nya. "iya, gue juga bosen dikelas, itu itu mulu pelajaran nya." ucap Brian. "Mau kemana nih coy?" tanya Alvaro. "Kantin aja, siapa tau ntar ketemu Aron." ucap Brian. "Bener juga." sahut Farel. ***  Aron dan Keyla kini sudah berada di kantin. Keadaan kantin sekarang masih sangat sepi, belum banyak siswa siswi yang berlalu lalang di sana. "Mau minum apa, Key?" tanya Aron. "Air putih aja deh." "Oke, tunggu bentar." "Iya iya." "Nih, Key. Minum yang banyak biar sehat." ujar Aron. "Semua orang juga tau kali." ucap Keyla "Hehehe." "Aron! Gue cariin ternyata lo ada disini." teriak Brian. Keyla dan Aron dengan spontan menengok ke sumber suara, dan ternyata ada Avlaro, Brian serta Farel yang mengarah ke arah meja Aron Dan Keyla. "Eh, iya. Hehe." ucap Aron. "Siapa? Gebetan baru lo?" tanya Brian sambil memperhatikan Keyla. "Enak aja. Dia ad-" Untung saja Keyla sudah menendang kaki Aron sebelum Aron kebablasan. "Nggak kok kak, tadi gue cuma kebetulan aja lewat terus dikasih minum sama kak Aron." sahut Keyla secara lancar. "Iya bener. Dari pada gue buang tuh minuman, mending gue kasih aja sama orang yang lebih membutuhkan." ucap Aron "Orang yang lebih membutuhkan? Serasa pengemis gue." batin Keyla. Alvaro, Brian dan Farel hanya ber oh ria mendengar penjelasan mereka yang agak masuk akal itu. "Yaudah kak, gue cabut dulu udah telat nih." pamit Keyla. "Eh tunggu dulu. Nama lo siapa?" tanya Farel. "Keyla." "Kok kayak nama adek lo, Ron." ujar Farel. "Emang nya nama Keyla di muka bumi ini cuma ada satu?! Banyak kali." ucap Aron "Iya juga ya." ucap Farel. "Dandanan lo emang asli nerd kayak gini?" tanya Brian. "Iya, kenapa emang nya kak?" "Nggak papa. Udah sana balik kelas, ntar lo di hukum lagi kalo nggak buruan ke kelas." ucap Alvaro. "Iya kak, kalau begitu gue cabut dulu." "Nerd ngomong nya gue lo?" tanya Farel ketika Keyla sudah tidak ada di handapan nya. "Terserah orang nya lah mau ngomong kayak gimana." ucap Aron. "Iya nih si Farel." ucap Brian. "Tapi gue kayak kenal suara nya, kayak siapa gitu ya." ucap Alvaro. "Cuma perasaan lo aja kali." ucap Aron. "Nggak, gue juga kenal sama suara itu kok. Tapi siapa?" ucap Brian. "Bodo amat ah nggak tau gue." ujar Aron kesal.                           
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN