"Key, Keyla lihat gue! jangan tutup mata lo. Lo harus tetep sadar." Aron mencoba untuk tetap menjaga kesadaran Keyla dengan terus menepuk nepuk pipi Keyla atau mengajak Keyla berbicara. "Sakit...nggak kuat.." lirih Keyla. "Lo harus kuat Key, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit. Tetep buka mata lo." ucap Aron. "Cepet pak!" Richard berteriak kepada pak supir agar menambah laju kecepatan ambulans nya. "Bang.." lagi lagi Keyla meringis kesakitan menahan rasa sakit yang teramat sangat di bagian perut nya. "Iya Key, tahan dulu." Aron mengengam tangan Keyla dengan erat. Setelah sampai di rumah sakit, Keyla langsung di bawa ke ruang ICU untuk menjalani operasi. "Suster, cepat siapkan ruang operasi! Kita akan menangani pasien yang terkena luka tembak." ucap Dokter Kenn dengan tegas.

