Sebuah Salam

1564 Kata

“Ck … ck … Dokter pura-pura nggak denger panggilan saya ya ternyata,” ucap Erlan ketika melihat raut wajah masam yang terpampang jelas tepat di depan matanya. Kali ini Caca sudah tidak bisa menghindar lagi. Akhirnya mau tidak mau ia harus menghadapi sikap tengil dokter yang sekaligus juga mantan kekasihnya tersebut. Memang sejak dulu sikap Erlan tidak pernah berubah, menurutnya. “Dokter Erlan mau apa?” tanya Caca ketus. Ia merasa jengkel dengan dokter yang beberapa hari ini telah berhasil mengganggu ketenangan hidupnya. Apalagi Erlan dengan jelas-jelas tidak peka dengan sikap Caca yang memang sengaja ingin menghindari dirinya. “Ush … tenang, jangan marah dulu! Saya hanya mau menyampaikan salam aja,” ucap Erlan sambil melipat tangannya tepat di hadapan Caca. Lelaki di hadapannya b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN