“Apa yang membuat kamu mencari Kakak?” tanya Caca. Perempuan itu tidak mau gegabah. Ia harus mengetahui terlebih dahulu maksud kedatangan Arya mencari dirinya. Semua harus ia pikirkan dengan matang, karena ini tidak hanya menyangkut dirinya sendiri, tapi ada sang putra di dalamnya. Melihat kakak perempuannya seperti masih ingin berusaha keras untuk menutup-nutupinya membuat Arya pun langsung menyunggingkan sebelah sudut bibirnya. “Kayaknya Kakak udah lupa bagaimana sifat ku?” tanya Arya. CEO muda itu malah menyindir kakaknya melalui pertanyaannya. Sebenarnya ia sudah tidak ingin berbasa-basi lagi. Rasa penasaran yang sejak beberapa hari yang lalu menyelimuti dirinya harus ia tuntaskan saat ini juga. Tubuh Caca tampak menegang. Rasa ketakutan yang sudah sejak tadi muncul kini sema

