Pagi ini Alexa, Michellia dan Galvin terlihat datang bersamaan. "Sheil, lo duluan aja. Gue mau ngomong sama Galvin." ucap Alexa, Michellia hanya mengangkat jempolnya dan menuju kelas. "Vin?" "Iya?" "Lo suka kan sama Sheilla?" Pertanyaan Alexa membuat Galvin bungkam, beberapa menit Galvin terus menatap Alexa. Galvin mengangguk. "Nanti gue bantu, oke?" tawar Alexa. Galvin kembali mengangguk . "Lo suka sama Alexa? Ngapain lo deket deket?" ucap seorang pria dari belakang membuat Alexa dan Galvin terkejut. "Vin, masuk yuk, hambar disini." ajak Alexa menggandeng tangan Galvin. Galvin sedikit menahan dan mencoba membalas pertanyaan itu. "Alexa bisa sakit hati sama lo, jangan pernah mainin cewe lagi Van." ucap Galvin pergi bersama Alexa. Ya, Galvan. Galvan berada di belakang tepat se

