Galexa #46

1608 Kata

Jason tidak bisa menahan air matanya, Jason memeluk erat Melvin, pakaian Melvin sedikit basah karna Jason tak henti hentinya menangis. "Besok kita ke makam Haidee, tenang saja, urus ibumu yang sedang bersedih." ucap Melvin membuat Jason menuju Ellena. "Saya turut berduka cita Melvin." ucap Jeremy. "Kita semua turut berduka cita Om." ucap James mewakilkan semuanya. Kembali Jeremy dan Melvin menunggu kabar dari dokter, sungguh lama menunggu kabar itu. "Permisi, Pasien ingin menemui anda semua, terutama yang bernama Galvan." ucap salah satu dokter keluar dari ruangan. "Izinkan kami untuk masuk Dok." izin Melvin menyuruh semua untuk masuk. Hanya Galvin, hanya Galvin yang berbaring di bangkar. Hilangnya Alexa tidak membuat mereka sadar. "Van." panggil Galvin. "Gue disini Vin." jawab Ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN