BRAKKKKKKK. "ALEXAAAAAA!!!!" teriak Galvan menuju depan Alexa. Keadaan Alexa kini parah, sekujuran tubuhnya mendadak berdarah begitu pun di jidatnya. "Pak tolong pak." ucap Galvan tergesah gesah dengan keringat di sekujuran tubuhnya. Cepat seorang pria membuka pintu dan memasukan Alexa kedalam yang di pangku oleh Galvan. "Sorry Al, karna gue lo jadi gini." gumam Galvan dalam. Kini celana biru Galvan sudah di penuhi darah. Galvan membawa Alexa menaruh di bangkar dan memanggil suster, setelah Alexa berhasil dibawa ke UGD Galvan mencoba memberi tau kepada Jason dan Michellia, tak ada takutnya Galvan menghubungi mereka bergantian. Kali ini Galvan duduk cemas menunggu kabar dari dokter. "Maaf, Pasien ini harus di bawa ke Max Siwell." ucap seorang dokter. "Ia harus di tangani oleh Dokte

