Kediaman Anggono yang selalu ramai oleh celoteh Abigail, berubah sunyi semenjak anak itu menghilang. Aura kesedihan terlihat dari setiap wajah penghuni rumah besar itu. Semua orang sudah dikerahkan untuk mencari, tetapi hasilnya nihil. Polisi yang diharapkan bisa bergerak cepat, juga belum bisa memberikan informasi apa-apa. Yurika dan Abigail, mereka berdua berdua hilang tanpa jejak begitu saja bagai di telan bumi. Mobil yang membawa mereka, ternyata menggunakan pelat palsu, sehingga semakin sulit untuk menemukan jejaknya. Kedua orang tua Yurika yang ditemui oleh Aasfa dan Revan, juga tidak mengetahui di mana putri mereka bersembunyi. Satu-satunya yang dilakukan hanya menunggu telepon dari Yurika, agar bisa melacak di mana keberadaannya. Arinda dan Kanaya sudah seperti orang gila, seti

