Abigail mengintip ke luar jendela, melihat tetesan air yang turun tidak berhenti. Harapannya hari ini bisa bermain di taman, atau paling tidak di halaman rumah saja, tetapi hujan yang turun hampir seharian, membuatnya harus bersabar untuk menginjakkan kaki ke tanah Mendung dalam hati anak kecil itu seolah terwakilkan oleh hujan yang turun menyapa setiap hari. Sudah hampir satu minggu Kanaya tampak sibuk, bepergian tanpa mengajak dirinya, bahkan untuk beberapa hal Abigail harus melakukannya bersama Yurika. Sering wanita yang di panggilnya Mama, pulang saat dirinya sudah terlelap. Waktu kebersamaan mereka berkurang banyak. Abigail merindukan hari-hari mereka bermain bersama. Teman bermainnya saat ini hanya Yurika yang galak, selalu mencubit tubuhnya, atau sering juga ia bermain dengan peng

