Kanaya menghentikan kegiatannya memasakkan sarapan untuk Aasfa. Pelukan laki-laki yang telah menjadi suaminya menempel erat pada perut yang mulai membuncit. "Pagi, Honey, dan pagi juga kesayangan Papa," ucap Aasfa sambil mencium pipi Kanaya dan mengelus perut istrinya. Kanaya istri yang sangat perhatian, pintar memasak, dan jangan lupakan merajuk. Namun, semenjak ia hamil, Aasfa harus selalu menerima tatapan judes dari istrinya. Ada saja kesalahan yang dilakukan Aasfa tanpa sengaja, akan berakhir dengan berubahnya wajah cantik itu menjadi kecut mencuka. "Mas, udah mandi belum? Kamu bau!" seru Kanaya dengan tangan menutup hidung. Dimatikannya api kompor dan berlari menuju sink, mengeluarkan semua isi lambung. Semenjak hamil, Kanaya tidak bisa berdekatan dengan Aasfa. Bau badan suam
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


