Pagi buta, saat kantuk menyapa Raga telah sampai di tempatnya Udara terasa membelai mesra Mengajak bercanda, sejenak melepas lelah asa Perut meronta, lapar mendera Tak kuasa menahan lara saat keril terbawa Sejak saat masih di kota Makan sejenak, memulihkan tenaga Warung tepi jalan memanggil pejalan Aneka masakan dihidangkan di etalase kaca Mata memandang dengan penuh selera Tiba di satu tempat yang kita semua sepakat Keril diletakkan, pernik peralatan dilepaskan Sepatu dihempaskan, jaket dijadikan sandaran Nyam... nyam....! Waktunya makan! Suara piring dan sendok beradu penuh teriakan Maklum, lapar yang tak tertahankan Apalagi nasi pecel dan lauknya dihadapan Disuguhi pemandangan sawah perbukitan di samping kanan Sungguh indah nian Alam semesta ciptaan Tuhan Menghijau

