Lisa

602 Kata
Mungkin sebagian besar dari kalian sudah tidak asing lagi dengan namanya. Iyap, siapa lagi kalau bukan Lalisa Manoban. Rapper grup Blackpink yang sudah sangat terkenal. Cantik, sexy, kaya, dan yang terpenting... baik hati. Lisa bak boneka barbie tanpa celah. Siapa yang tidak menyukainya? Bahkan sekelas diva seperti Ladu gaga dan Dua Lipa mengenal baik perempuan ini dan juga grupnya. Tapi ada satu hal yang luput dari seorang Lalisa, yang tidak diketahui banyak orang. Iya, meski sempurna dan disukai banyak orang Ada satu laki-laki yang justru takut terhadapnya. Namanya Hamada Asahi. Salah satu member grup Treasure yang sebentar lagi akan debut di bawah naungan label yang sama dengan Blackpink. Yanto ghofur. Laki-laki produk asli Jepang ini jadi satu-satunya laki-laki yang kabur atau bersembunyi saat akan berpapasan dengan Lisa. Membuat Lisa terkadang jengkel namun gemas di saat yang bersamaan. Bagaimana tidak? Asahi yang benci skinship dan Lisa yang touching able. Belum lagi, Lisa sudah mengidolakan juniornya itu sejak dia masih trainee. Jadilah pertemuan pertama mereka yang memoable buat Asahi, membuatnya takut terhadap Lisa. Kalau ditanya, apa yang ditakutkan Asahi. Rasa-rasanya semua fans yang mengenalnya akan menjawab Asahi tidak takut apapun. Dia kelewat santuy saat bertemu zombie hyung dalam episode horor di salah satu variey show milik grupnya, Treasure Map. Dia juga meluncur dengan santai menikmati bunge jumping saat mengikuti temannya yang terkena hukuman. Jadi, apakah normal manusia seperti itu? Meskipun memiliki emoji robot. Asahi tetaplah robot yang berkeringat alias manusia nor-mal. Jadi, saat ditanya apa yang ditakuti Asahi? semua member Treasure akan kompak menjawab Lisa nuna. Butuh fact check? " Aku cuman tidur lima jam kemarin." keluh Junkyu saat mereka sedang berjalan di lorong gedung Pak Yanto untuk berlatih di salah satu ruangannya. " Masih mending hyung, Asahi hyung malah cuman tidur dua jam kemarin." " Jinnja?" tanya Junkyu sambil melotot dan membuka mulutnya dengan lebar. Khas nya ketika sedang terkejut. " Kau pikir bikin lagu semudah bikin ramen," balas Jihoon dengan julidnya. Sedari tadi, yang menjawab perkataan Junkyu hanya Haruto dan Jihoon. Sedangkan Asahi hanya diam dengan tenang. Dia juga masih mengantuk, tapi mau bagaimana lagi. " Eh, ada Blackpink sunbaenim." Mata Asahi yang tadi sudah satu watt mendadak naik tegangannya, membuat seluruh otot dan pikirannya yang lesu mendadak waspada. Mengetahui hal itu, Jihoon, Junkyu, Haruto, dan Mashiho melihat ke arah Asahi. Mereka tahu persis temannya itu sedang mencari cara untuk menghindar. Tapi telat. Mereka sedang di lorong, tidak ada ruangan kosong, dan jarak member Blackpink dengan mereka hanya tinggal hitungan langkah. Tidak bisa memikirkan cara lain, Asahi langsung menempel di balik punggung Junkyu yang lebar dan tinggi. " Anyeonghaseyo sunbaenim." Mereka kompak menunduk dan memberi jalan kepada empat anggota Blackpink yang terlihat akan pergi ke luar. " Asahi!" percuma. Bersembunyi dibalik Junkyu sungguh ide yang buruk. Jelas Lisa langsung menotice junior favoritnya itu. Asahi otomatis membungkuk hormat saat namanya disebut seniornya itu. Tapi tidak dengan Lisa, tangannya otomatis ingin mencubit kedua pipi mulus Asahi, membuat tubuh Asahi spontan menghindar dan berlari secepat mungkin ke ruang latihan. " Hehe... mianhae nuna, dia memang seperti itu." Maaf Jihoon pada seniornya itu. " Aaakkhhh... kiyowo. Larinya lucu sekali tadi." Jihoon, Junkyu, Haruto, dan Mashiho langsung mengernyit heran. Bingung di mana letak lucunya seorang Asahi. Ke mana-mana juga lucuan Jihoon dna imutan Mashiho. Tapi tidak dengan tiga member Blackpink. Mereka paham dengan apa yang dirasakan Lisa. Meskipun bucin tingkat akut, tidak bisa disangkal kalau mereka bertiga juga kadang suka merasa gemas dengan tingkah random Asahi yang susah ditebak itu. " Huft... hampir saja." Asahi bernapas lega saat dirinya sudah sampai di ruang latihan. Entahlah. Dia juga tidak tahu kenapa bisa memandang ngeri pada perempuan secantik Lisa. Kalau saja dulu seniornya itu tidak langsung mencubit pipinya, mungkin dia bisa bertingkah normal seperti member yang lain.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN