TUJUH PULUH SATU

690 Kata

Di kediaman orang tua Elton masih ramai berdatangan tamu. Banyak dari golongan pembisnis, kolega dan para rekan kerja Elton, baik rekan kerja Breat yang mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Elton. Para tamu yang berdatangan tak luput dari perhatian Aretha, tapi sepertinya Aretha tidak menganggapnya ada. Karena sedari tadi Aretha hanya diam tak menyahuti ketika orang-orang menguapkan turut berdukacita. "Aretha makanlah." bujuk David yang sudah siap dengan nampan berisi makanan, ditangan nya. "Nanti saja, kau pergilah aku ingin sendiri." ucap Aretha dengan begitu lirih. "Aku taruh nampan nya di samping mu." setelah mengatakan itu, David melangkah pergi menjauhi Aretha yang terduduk di bangku taman, belakang mansion. "Kenapa kau pergi Elton, aku disini hancur." gumam Aretha seraya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN