EMPAT PULUH LIMA

710 Kata

David termenung menatap hujan yang turun cukup deras nya. Pikirannya saat ini berkecamuk, setelah menemui Aretha ia langsung menyendiri didalam kamar. Apa yang ia dengar dari mulut Aretha, sebenarnya sangat menyakiti hatinya. Ketika Aretha mengatakan tidak ingin melihatnya lagi, rasanya David ingin marah. "Kau benar-benar membenciku." David memasukkan tangannya kedalam saku celana panjangnya. "Andai kita tidak terlibat salah paham, dan tidak mempunyai masa lalu yang buruk. Aku yakin saat ini kau sudah menjadi istriku." lanjut David diikuti senyuman sinis. "Tapi itu tidak mungkin. Beras sudah menjadi bubur." David berbalik. Ia berjalan menuju ranjang dan merebahkan dirinya disana. Rasanya nyaman, sangat nyaman. Hingga David larut dalam tidur. *****                Air matanya sampai se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN