TIGA PULUH DELAPAN

866 Kata

Hening dan gelapnya malam, menemani Aretha yang belum bisa tertidur. Sedangkan Elton sudah tidur pulas diatas sofa, tangan Aretha dengan kuat membekap mulutnya sendiri. Takut isakan tangisnya terdengar. Ya, ia menangis. Menangis dalam diam, menangisi apa yang terjadi dengan kehidupannya. Ia juga tak menyangka jika biang dari kecelakaannya ini adalah David. Jika saja ibu mertuanya tidak menceritakan yang sebenarnya, maka Aretha tak akan tahu siapa yang membuatnya kecelakaan. Sungguh, Aretha tak mengerti dengan sikap dan sifat David. Baginya sekarang adalah, David seorang psychopath. Aretha takut jika suatu saat David akan berulah lagi, tapi ada yang lebih Aretha takuti. Yaitu, Arslan. Ia takut jika suatu saat David mengetahui jika Arslan adalah anaknya, maka David akan merebut Arslan dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN