Mati aku! Mati aku! Mati aku! Ada banyak skenario yang muncul di otaknya tentang Bian yang marah dan membalas dendam. Tidak dalam keadaan marah saja dia melakukan hal keji dengan memotong kesepuluh kuku mahal miliknya, apalagi dalam mode marah seperti ini kan? Rasa panik langsung saja menyerang Lera saat pria itu mendorongnya masuk ke dalam ruangan kemudian mengunci pintunya. Oh, Tuhan ... tamatlah riwayatku! Sekarang Bian sedang menatapnya seperti binatang pemburu. "Bi-Bian ... A-aku tahu aku salah. Aku minta maaf oke?" cicit Lera. Garis kurva terukir di bibir Bian saat melihat Lera yang semula seperti banteng betina kini berubah seperti seekor kelinci yang terperangkap di kandang singa yang lapar. "Oh, ya? Dimana kesalahan-mu?" Lera menggigit bibir sambil memutar otak, mengingat ke

