Bab 40 : Kepergok juga!

1448 Kata

"Ken?" panggil Lera dengan suara nyaris seperti bisikan angin. Kenan mengernyitkan dahi, "Ada apa?" responnya kemudian. Lera sedikit memajukan badannya ke arah Kenan agar laki-laki itu bisa mendengarnya tanpa harus bicara dengan suara keras. "Bisa tukar tempat duduk?" Ia bertanya pada lelaki itu, sesekali iris hazelnya mencuri pandang ke arah meja di mana sosok suaminya duduk. Oh, tuhan ... Lera mengerang dalam diam. Bagaimana Bian bisa ada di tempat ini? Tidak, lebih tepatnya bagaimana bisa dirinya dan Kenan datang ke kafe ini diantara ratusan kafe yang tersebar di seluruh penjuru kota? "Kenapa memangnya?" tanya Kenan raut bingung masih tergambar jelas di wajahnya. Gadis di depannya tidak menjawab, sorot matanya terlihat gelisah. Tanpa banyak bertanya lagi, Kenan segera berdiri da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN