Sepekan berlalu, Alfa dan Ali pergi menuju kantor polisi untuk menemui Meysa juga Amanda. Mereka berdua duduk di ruang introgasi, sengaja Ali memilih ruangan tertutup ini supaya tak ada orang yang mendengar pembicaraan mereka. Beberapa orang polisi datang mengantarkan mereka masuk ke dalam ruangan itu. Tubuh mereka membeku di tempat saat melihat sosok Alfa yang berdiri dengan ekspresi dingin dan nuansa yang begitu menyeramkan. Tatapannya yang begitu dingin membuat keduanya seakan tak bisa berkutik. “A-alfa!” seru Amanda dengan nada suara tertahan. “Kaget melihatku masih hidup, hm? Tuhan masih memberiku kesempatan hidup untuk membalas orang-orang yang berusaha mengusiknya dan juga Zara, adikku!” Aura menyeramkan yang menggelap d

