“Kali ini aku mohon jangan menolakku,” seru Ali membuat Zara termenung, Sejujurnya hatinya begitu berdebar tak karuan. Ia ingin sekali menjawab ‘iya’. Tetapi rasa takut itu kembali muncul, rasa tidak percaya diri itu kembali mengungkung dirinya. Zara tersentak saat Ali sudah mengeluarkan sebuah cincin berlian dengan ukiran sederhana nan elegant. Ia hendak menyematkannya di jari manis Zara, tetapi spontan Zara menarik tangannya membuat Ali menatapnya dengan tatapan terluka. “Apa memang aku tidak memiliki kesempatan? Apa di hatimu, aku sungguh tidak ada tempat lagi, Zara?” tanya Ali jelas sekali di tatapan matanya menyiratkan kesedihan. “Kak Ali, kamu tau kondisiku. Kamu harus lihat seluruh wajahku dan lihatlah bekas-bekas luka mengerikan yang me

