“Zara...” Pria tua itu berjalan mendekati Zara, membuat Zara langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mundur dengan sedikit memalingkan wajahnya. Kepingan bayangan di masalalu itu mulai bermunculan di kepala Zara. Penyiksaan demi penyiksaan terbayang jelas di kepalanya. Membuatnya tanpa sadar melepaskan pegangan tangan Alfa dan memeluk tubuhnya sendiri yang bergetar hebat. Rasa sakit itu kembali muncul dan seakan menyiksanya. “Sakit...” gumamnya lirih. “Zara, kamu baik-baik saja?” tanya Alfa yang sudah merangkul Zara. “Sebaiknya bawa Zara pergi,” seru Ali. Abraham hanya menatap kebingungan ke arah mereka. “Tidak, aku ingin menyelesaikan semuanya,” gumam Zara berusaha bertahan walau tatapannya mulai kabur.

