“Ada apa?” tanya Sahira saat menatap Alfa tampak tak bersemangat menikmati makanannya dan hanya menatap kosong ke depan. “Aku sedang merasa begitu mumet, aku ingin menyelesaikan semuanya dan balas dendam. Tetapi rasanya kenapa hatiku malah tidak juga puas,” seru Alfa. “Di tambah kondisi adikku...” Alfa terdiam dan mengusap wajahnya dengan gusar. Sahira memang telah mengetahui perihal Mrs. Lamia yang merupakan adik dari Alfando yang telah lama hilang. Awalnya ia sempat tidak mengira, tetapi itulah kenyataanya. “Balas dendam hanya akan membuat kamu semakin menderita. Tak akan ada ujungnya, sebaiknya kamu serahkan dan pasrahkan segalanya pada Tuhan. Insa Allah semuanya akan mendapatkan balasan atas perbuatan masing-masing.” “Aku tidak

