Episode 49

1148 Kata

Raisha berjalan tak tentu arah, hatinya hancur pikirannya kacau. Ia menjadi tidak memiliki arah tujuan. Orang-orang berlalu lalang di sekitarnya. Tetapi Raisha merasa ia begitu kesepian dan semua bebannya membuat dadanya begitu sesak juga sakit. Raisha bergegas menuju mobilnya terparkir. Ia pun bergegas memasuki mobilnya dan duduk dengan tatapan kosong ke depan. Air mata seketika luruh membasahi pipinya. Kata-kata Clarissa tadi terus saja terngiang di kepalanya. “Dari hasil yang di dapat, gumpalan yang ada di Rahim anda adalah sebuah tumor.” Deg Raisha merasa seluruh atap runtuh tepat menimpa dirinya. Ia bahkan kesulitan untuk focus dan bernafas. “A-apa ganas?” tanya Raisha berusaha mengeluarkan suaranya walau begitu pelan. Tetapi Clarissa masih mampu mendengarnya. “Re-aktif. Ini jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN