Revan pun mengambil duduk di hadapan Laura begitu juga dengan Hani. “Laura sudah pesankan makanan kesukaan kamu lho, Van,” seru Hani. Revan tak berekspresi apapun dan hanya diam saja melihat makanan di depannya yang sudah tersaji. “Ayo kita makan,” seru Hani. “Ayo Laura makan.” “Iya Tante. Saya akan suapi Grasela dulu,” seru Laura seraya menyuapi putri kecilnya. “Duh benar-benar seorang Ibu yang sangat perhatian. Itu kalau kamu sedang bekerja, anak kamu dengan siapa?” tanya Hani. “Kebetulan ada suster yang membantu saya merawat anak saya. Tetapi tetap saja, kalau saya ada dan sedang libur, mengurus anak full sayang yang melakukannya,” seru Laura. “Iya memang harus begitu. Anak itu adalah yang utama,” seru Hani yang terlihat terpesona sedangkan Revan terlihat acuh tak acuh. “Iya Ta

