“Jadi apa maksud tindakan kamu tadi di ruanganku?” tanya Revana kala dirinya dan Raisha berada di dalam mobil. “Tumben sekali kamu bermanja-manja padaku di depan banyak orang. Tumben banget.” Raisha terkekeh mendengar kata-kata Revan yang penuh penekanan. “Kamu peka juga.” “Aku sudah sangat mengenalmu,” seru Revan seraya menyetir mobil. “Aku kesel sama Laura,” seru Raisha mengerucutkan bibirnya. “Kamu cemburu?” tanya Revan. “Cemburu? Nggak sih, lebih kesal aja karena dia mendekati kamu terus. Aku gak akan tinggal diam pokoknya, gak boleh ada yang coba-coba deketin suami aku!” seru Raisha dan itu membuat Revan tertawa. “Senangnya aku di posesifin sama istriku yang cantik dan gemes,” seru Revan mencubit pelan pipi Raisha. “Apasih kamu. Lagian wanita itu jelas banget mendekati kamu. Ka

