Kini Raisha sudah di pindahkan ke ruang rawatnya. Di sana Revan mengambil cuti dan terus menemani Raisha. Beberapa rekan Dokter datang menengok Raisha. “Kamu makan dulu yah,” seru Revan saat para tamu sudah pergi dan kini hanya Raisha dan Revan saja. “Aku suapin.” Raisha menganggukkan kepalanya. Revan menekan tombol yang menempel di brankar untuk mengubah posisi kepala brankar dimana Raisha bisa duduk bersandar dengan nyaman. “Bissmillahirohmani rohim…. Ini buka mulut kamu,” seru Revan dengan telaten menyuapi Raisha. “Permisi,” salam seseorang membuat Raisha dan Revan menoleh ke sumber suara dan itu adalah Laura. “Ada apa?” tanya Revan dengan nada tak suka. Revan tau yang mengadu domba antara Raisha dengan Ibunya adalah wanita ini, Laura. "Aku dengar dokter Raisha di masuk ruang r

