Deavenny menarik tangannya dengan sekuat tenaga saat cengkraman Lewis semakin kencang hingga membuat kulitnya yang putih menjadi merah. "Aku tak mencintaimu, Lewis. Kau tak bisa memaksakan keinginanmu menikah denganku harus terpenuhi! Hidup kita tak akan nyaman jika berada dalam situasi yang terpaksa," nasihatnya. "Aku tak peduli!" Mata Lewis terlihat sangat marah. Rahangnya bahkan mengeras karena ditolak lagi dengan Deavenny. Tubuh kekarnya bangkit dan menarik paksa wanita cantik tersebut. "Ikut denganku! Kau pasti akan berubah pikiran setelah melihat sesuatu!" ajaknya dengan memaksa. Lewis sudah dipenuhi oleh amarah dan egonya, ia menyeret Deavenny tanpa memperdulikan wanita itu yang berjalan terburu-buru. "Masuklah!" Tubuh Deavenny didorong ke dalam sebuah ruangan gelap dan pengap. L

