Deavenny duduk termenung memeluk lututnya sendiri di kursi yang menempel dengan jendela kamarnya. Matanya menatap ke arah luar dengan pandangan kosong. Ia seperti raga yang tak berjiwa, tak memiliki semangat hidup dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Tak ada air mata yang menetes lagi, seolah sudah kering walaupun luka di hati Deavenny masih mengaga lebar. Sudah tiga hari wanita yang dahulunya ceria dan jarang sekali bersedih itu tak keluar kamar, tak mandi, bahkan tak makan. Hanya minum air putih saja. Setiap malam matanya terpejam, namun tak sekalipun dia bisa tertidur. Klek! Suara pintu yang terbuka pun tak membuat Deavenny mengalihkan pandangan untuk menatap orang yang baru saja masuk. Danesh, Dariush, Delavar yang masuk ke dalam. Sejak kejadian malam tunangan Marvel, Dariu

