Kekasih Marvel tersenyum lembut. Ia tak menjawab permohonan maaf sang kekasih. Bibirnya seolah terkunci rapat. Tubuh sintal itu berbalik arah untuk menghindari tatapan mata Marvel. Ia menggigit bibir bawahnya. Tenggorokannya terasa tercekat. Sekuat mungkin ia menahan diri agar tak menangis. Marvel mendekati kekasihnya. Ia melingkarkan tangannya di perut wanita pengisi harinya, namun belum sampai ke hatinya. "Kenapa kau tak menjawab?" Ia bertanya dengan nada berbisik. Hanya helaan napas yang dapat didengar oleh Marvel. Kekasihnya masih tak ingin menjawab pertanyaannya. Marvel meletakkan tangannya di pinggul sang kekasih. Ia memutarkan tubuh sintal itu hingga menghadap ke arahnya. "Apa kau marah denganku karena aku meninggalkanmu tanpa pamit?" Ia semakin mencecar sang kekasih dengan pert

