Tidur Bersama

1231 Kata

"A ... jangan dijawab. Aku tak ingin mendengar penolakan." Deavenny menutup kedua telinganya. Ia langsung merebahkan diri di ranjang empuk terbalut sprei polos berwarna abu-abu tua yang sangat lembut. Tangannya meraih selimut dan menutupi tubuhnya hingga batas leher. Marvel tetap pada posisinya. Namun matanya bergerak mengamati Deavenny yang sedang tersenyum menunjukkan rentetan gigi ke arahnya. Dan, hal itu mampu menyalurkan kebahagiaan pada dirinya. Kedua sudut bibirnya terangkat. "Good night." Deavenny tak merasa canggung sedikit pun. Ia bahkan merubah posisinya menjadi duduk dan secepat kilat mengecup pipi Marvel. "Kelupaan." Tubuhnya kembali ke posisi tidur. Kelopak matanya sengaja dirapatkan agar tak terlalu malu. Ah ... tidak, sebenarnya ia ingin dibalas juga, dikecup sebelum tidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN