Hari mulai gelap saat Marvel dan kekasihnya keluar dari restoran steak yang terkenal itu. Marvel menanyakan lagi kepada kekasihnya ingin berkunjung ke mana. Dan, pilihan kekasihnya adalah bioskop. Marvel sudah memesan dua tiket film romantis. Ia dan kekasihnya kini menunggu di sebuah coffee shop yang ada di dalam mall tempat bioskop berada. "Maaf, Daddyku menelepon. Aku harus mengangkatnya dulu," pamit Marvel pada kekasihnya. Ia menunjukkan layar ponselnya yang tertulis nama Daddynya. "Angkat saja." Kekasih Marvel mengangguk dan tersenyum lembut. Ia kembali fokus bermain dengan ponselnya karena sedari tadi ia bingung ingin mengobrol apa. Marvel bukan tipe pria yang memiliki banyak topik pembicaraan. Marvel beranjak pergi dari meja nomor delapan itu. Ia keluar dari coffee shop dan mengh

