Marvel menghela napasnya panjang. "Kalian tahu sendiri, kan? Deavenny mencintaiku? Bagaimana perasaannya padaku?" Ia justru balik mengajukan pertanyaan. Semuanya mengangguk, memang dua keluarga itu sudah tahu sejak awal. Bahkan sejak pertama kali Deavenny memiliki perasaan pada pria jangkung itu. Deavenny adalah tipe perempuan yang tidak bisa menyembunyikan rasa cinta. Ia akan langsung mengutarakan tanpa rasa malu jika perasaan yang menyeruak dalam dirinya sudah dirasa berbeda. "Nah ... memangnya kalian tega jika dia sedih, kalau aku mengungkapkan hubunganku padanya?" Marvel meminta pendapat pada keluarganya. Ia yang tadinya akan diinterogasi, justru membalikkan keadaan. Kedelapan orang di dalam ruangan itu saling pandang satu sama lainnya. Lalu mereka mengangguk. "Benar juga," gumam

