Tiga hari Amartha mengambil cuti. Ia ingin menguatkan dirinya terlebih dahulu sebelum bertemu Marvel dan mengajak kekasihnya itu putus. Bukan hal mudah bagi seseorang untuk mengakhiri kisah pada orang yang dicintai. Tapi ia akan semakin terluka jika terus bertahan tanpa pasti. Wanita berparas anggun itu sudah mengajak Marvel untuk bertemu nanti malam di sebuah restoran tempat awal mereka memulai sebuah hubungan. "Kenapa aku tak bisa membenci dia, padahal sejahat itu Marvel melukai hatiku," gumam Amartha seraya memandangi foto kekasihnya di layar ponsel miliknya. "Kau tampan, mapan, dan perhatian. Tapi kenapa perasaanmu tak bisa untukku, walaupun hanya sedikit saja?" keluhnya. Disaat mata Amartha menatap nanar foto Marvel di ponsel, tiba-tiba ada panggilan masuk dari mamanya. Ia langsung

