Bab 8. PERIHAL MIMPI

1947 Kata

Kelvin seolah-olah sedang berada di tengah hutan belantara. Lembap dan gelap gulita. Jalanan yang ditelusurinya mirip setapak, di sisi jalan berjajar pohon tinggi besar nan rindang. Ia sendirian. Kedua tangannya menggapai dan menyingkirkan semak liar yang menghalangi. Tiba-tiba, kakinya tersandung akar pohon besar. Jatuh terjerembap ke tanah penuh dedaunan. Ia merasakan sakit di pergelangan kakinya yang terkilir. Dari balik semak belukar, telinganya mendengar desisan binatang melata. Seekor ular sanca besar tengah mengawasinya. "Oh, Lord!" desis Kelvin, terperanjat menatap hewan buas di depannya. Ular itu semakin mendekat, sembari menjulurkan lidahnya. Kelvin berusaha menghindar dan pergi menjauh, tetapi tak berdaya. Kakinya tak bisa bergerak. Hewan itu membelit kedua kaki dan tubu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN