Mendengar ucapan Hulya membuat Azlan terduduk dan diam sambil menatap tajam kearah Hulya. Sedangkan Hulya yang mendapat tatapan tersebut pun terlihat tidak nyaman, bahkan dirinya sampai tidak berani menatap Azlan yang masih terus menatapnya.
“ Kenapa anda tiba-tiba berubah pikiran. Apa karena uang.” Tanya Azlan.
BRAK
Hulya langsung menggebrak meja sampai membuat, Azlan, Mila dan Yusuf yang ada di ruangan itu sangat terkejut.
“ Jaga ya mulut anda, saya datang karena saya ingin menjaga anak saya, saya ingin bertemu dengannya. Tidak sedikitpun saya berpikiran kearah itu.” Teriak Hulya. Mendengar jawaban Hulya membuat Azlan mulai kesal dan langsung berdiri di depan Hulya.
“ Mudah sekali mulut anda mengatakan ingin menjaga dan bertemu dengan Faza, terus selama ini apa yang anda lakukan, kemana saja anda selama ini, apa niatan anda menitipkan Faza pada mama saya kalau memang anda peduli dengan Faza. Kenapa anda ingin menjaga dan bertemu dengan Faza setelah saya datang menemui anda. Pantas saja kalau saya berpikiran seperti itu, apalagi untuk wanita…” Ucapan Azlan terhenti saat Hulya membalasnya.
“ Wanita seperti apa saya itu terserah anda mau berpikir seperti apa, saya tidak peduli. Tapi yang jelas tujuan saya datang kemari karena saya setuju untuk tinggal bersama dengan Faza, saya akan menjaganya. Saya ibu kandungnya, jadi saya berhak bertemu dengan Faza.” Balas Hulya.
“ Jangan pernah anda disini mengatakan hak anda sebagai ibu dari Faza, kalau anda sendiri saja tidak bisa memenuhi kewajiban anda sebagai seorang ibu. Sangat tidak pantas jika sampai anda mengatakan kalau anda berhak atas Faza.” Bantah Azlan yang tidak terima mendengar pembelaan Hulya.
Hulya terus menghela nafas untuk mengatur emosinya sekarang, memang benar yang dikatakan Azlan, selama ini mereka yang menjaga Faza. Jadi sudah sepantasnya kalau mereka akan berpikir buruk tentang Halwa, karena sudah meninggalkan Faza pada mereka.
“ Ok… ok saya akui kalau saya salah, karena sudah meninggalkan Faza di panti asuhan dan membuat keluarga anda merawatnya selama bertahun-tahun. Dan sekarang saya menyesal, saya mengakui kesalahan saya. Jadi saya ingin menebusnya, saya ingin merawat anak saya sendiri, jadi saya mohon untuk tidak mempersulit keadaan ini.” Ujar Hulya yang langsung menampakkan wajah menyesalnya, supaya Azlan bisa mempercayai kalau dirinya benar-benar seorang ibu yang menyesal meninggalkan putrinya.
“ Suf, tolong kamu ambil semua berkas yang sudah disipakan. Dan panggil pak Dahlan kemari untuk mengurus semuanya.” Suruh Azlan dan Yusuf pun langsung melaksanakannya.
Mendengar ucapan Azlan membuat Hulya hanya menelan ludah. Setelah itu Mila langsung menghampiri sahabatnya, pemikirannya pun sepertinya sama dengan pemikiran yang saat ini sedang berputar di otak Hulya.
“ Hul, Jangan-jangan mereka sudah membuat perangkap ini, mereka pasti sudah merencanakannya Hul, Mereka pasti mau membuat perjanjian, seperti yang ada di film-film, Hul.” Tebak Mila yang berbisik-bisik dengan Hulya.
“ Aku pun berpikir kesitu Mil, aku yakin mereka pasti sudah lama merencanakan hal ini. Tapi kita berdoa saja, semoga semuanya baik-baik saja Mil. Mil, jangan panggil aku seperti itu lagi, jangan sampai mereka mendengarnya.”
“ Oh ya Hul, eh maksudku Halwa. Aku belum terbiasa dengan keadaan ini.”
“ Oh ya sejak kapan penampilan anda berubah seperti ini.” Tanya Azalan tiba-tiba sambil memandang dan menunjuk bagian tubuh Hulya dari atas sampai bawah.
“ Apa maksud anda.”
“ Apa monster pun bisa berubah menjadi wanita yang alim, seperti sekarang.” Ejek Azlan. Hulya langsung mengerutkan dahinya, dia masih berpikir tentang ucapan itu dan kemudian otaknya pun berputar pada kejadian dimana dia pertama kali bertemu dengan Azlan. Dia langsung menutup matanya dan malu, karena penampilannya waktu itu benar-benar kacau. Dia yang baru bangun tidur dan langsung membukakan pintu pun berpenampilan sangat urakan dengan memakan kaos oblong, celana jins sobek-sobek serta rambut yang berantakan.
“ Waktu itu, waktu itu saya baru bangun tidur. Saya pikir anda itu teman saya. Jadi saya tidak mengenakan hijab saya. Kalau saja saya tahu yang akan datang itu laki-laki, pasti saya akan memakai hijab saya.” Balas Hulya dengan terbata-bata dan mencari alasan yang logis supaya Azlan tidak curiga dengan penampilannya yang berbeda.
“ Hal baik apa yang sudah kamu lakukan sampai kamu bisa menaklukkan hati papa dan mama saya. Bahkan sampai bisa membuat papa saya menikahi anda.”
“ Papa anda orang yang sangat baik, dia menikahi saya karena dia ingin menolong saya. Tidak lebih dari itu. Saya sangat berhutang budi padanya. Dan sampai dia meninggal saya belum bisa membalas apapun untuk kebaikannya pada saya.”
“ Saya tidak peduli apa masalah anda. Karena saya tahu banyak sekali yang menggunakan masalah hidupnya itu untuk modusnya mencari perhatian orang lain.”
Hulya sebenarnya sangat emosi mendengar jawaban Azlan, tapi dirinya terus menahan. Karena dia tahu mau menjelaskan kebenaran apapun pada laki-laki di depannya ini tidak akan ada gunanya, karena bagi Azlan perbuatan Halwa tetaplah salah karena sudah masuk kedalam keluarganya.
Akhirnya orang yang di tunggu-tunggu pun datang, Yusuf langsung memberikan semua berkas pada Azlan. Sedangkan pak Dahlan salah satu pengacara yang di utusnya untuk mengurus masalah tentang Halwa.
“ Baca ini.” Suruh Azlan yang langsung melemparkan map itu pada Hulya.
“ Apa ini.”
“ Ini adalah perjanjian yang saya buat saat anda tinggal di rumah saya. Kalau kamu setuju maka kita akan lanjutkan, tapi kalau anda menolaknya saya tidak masalah, anda bisa langsung pergi dari ruangan ini dan jangan pernah lagi muncul di hadapan saya ataupun keluarga saya, termasuk Faza.” Ancam Azlan.
Hulya benar-benar di buat kesal dengan setiap perkataan yang keluar dari mulut Azlan. Karena ucapannya selalu membuat hatinya sakit.
“ Bener kan wa, kalau mereka melakukan ini.”
“ Kita ikuti saja dulu apa mau mereka Mil, kita sekarang ngga bisa berbuat apa-apa. Aku akan baca dulu apa isi dari perjanjian itu.” Jawab Hulya.
Hulya pun membacanya dengan seksama, dia tidak mau tertipu dengan rencana yang di buat oleh Azlan.
Pihak pertama berhak menentukan apa saja yang pihak kedua boleh lakukan selama dia tinggal di rumah pihak pertama.
1. Pihak kedua tidak boleh mengaku pada Faza kalau dia itu adalah ibu kandungnya.
Baru membaca poin pertama Hulya langsung meletakkanya dan dia tidak terima akan hal itu.
“ Ngga bisa begitu dong, ini ngga adil. Saya datang dan mau tinggal di rumah anda, karena saya ingin dekat dengan anak saya sendiri. Tapi kenapa anda melarang saya mengatakan pada Faza kalau saya ini ibunya.” Bentak Hulya.
“ Saya akan jelaskan semuanya pada anda setelah anda membaca keseluruhannya. Baru juga poin pertama. Selesaikan dulu membacanya.” Suruh Azlan dengan begitu santainya. Hulya yang kesal pun kembali duduk dan melanjutkan membacanya.
2. Pihak kedua akan berperan sebagai pengasuh Faza, selama dia tinggal bersama di rumah pihak pertama.
3. Selama pihak kedua tinggal di rumah pihak pertama, bukan berarti pihak pertama berkewajiban menafkahinya. Karena pihak kedua akan tetap dianggap sebagai pekerja dan akan di bayar sebagai pengasuh dari Faza.
4. Selama pihak kedua tinggal di rumah pihak pertama dia tidak di perbolehkan untuk menceritakan apapun yang terjadi di rumah pihak pertama pada dunia luar ataupun orang luar.
5. Pihak kedua tidak di perbolehkan ikut campur keadaan keluarga pihak pertama, karena tugasnya hanya mengurusi Faza.
6. Kalau sampai pihak kedua melanggar perjanjian, membocorkan apa yang terjadi atau mengatakan siapa dirinya pada Faza, maka pihak pertama akan melaporkannya pada polisi atas tindakan pelanggaran perjanjian.
7. Pihak kedua harus menuruti segala yang di perintahkan oleh pihak pertama dan tidak boleh membantahnya.
8. Perjanjian ini pun akan berlaku saat sudah di setujui dan di tanda tangani oleh kedua belah pihak.
9 Pihak kedua tidak berhak menuntut harta apapun atas pernikahan yang terjadi antara dirinya dengan papa pihak pertama.
Hulya langsung menutup map tersebut dan meletakkannya diatas meja dengan keras. Karena isi dari perjanjian itu sangat merugikan dirinya.
“ Saya rasa perjanjian ini harus di rubah, ini sangat tidak adil.” Pinta Hulya.
“ Apanya yang tidak adil, saya membuatnya pun sudah dengan banyak pertimbangan yang begitu besar. Jadi menurut saya tidak ada yang perlu di rubah. Ini sudah pas dan sesuai dengan apa yang saya inginkan.”
“ Ngga bisa begitu dong, kenapa saya tidak boleh mengatakan pada Faza siapa saya sebenarnya, ini tidak adil bagi saya.” Tolak Hulya.
“ Hal itu menurut saya sudah sangat benar. Saya berpikir seperti itu pun ada pertimbangannya. Apa kamu tidak berpikir bagaimana perasaan Faza saat anda mengatakan kalau anda ibu kandungnya, apa reaksinya, apa yang aka nada di pikirannya. Dia selama ini di rawat dengan kasih sayang yang begitu besar oleh mama saya, apa anda bisa membayangkan betapa sedihnya dia saat tahu kalau mama yang merawatnya itu bukanlah mama kandungnya, melainkan hanya mama tiri. Apa itu yang anda inginkan.” Terang Azlan yang memberikan alasannya mencantumkan perjanjian nomor satu.
Mendengar alasan yang begitu logis membuat Hulya ikut bepikir. “ Benar juga yang laki-laki ini katakan, Faza masih terlalu kecil untuk menerima keadaan yang begitu rumit ini. Aku ngga bisa tiba-tiba datang dan mengatakan yang sebenarnya, hal ini pasti bisa menyakitinya dan mengguncang hatinya.” Batin Hulya.
“ Bagimana, apa anda setuju.”
“ Saya akui apa yang anda katakan itu memang benar, tapi ngga mungkin dong seterusnya saya akan menjadi pengasuh Faza. Ada saatnya Faza tahu siapa saya yang sebenarnya.”
“ Ok, itu akan dimasukkan kedalam poin, saya akan memasukkan poin, tapi tunggu sampai Faza benar-benar bisa memilih dan mengerti dengan situasinya, paling tidak sampai dia SMP.” Ucap Azlan.
“ Ya Allah, lama banget.”
“ Setuju atau tidak.”
“ Ok, saya setuju, tapi ada poin yang ingin saya hapus. Anda tidak harus menggaji saya, saya bisa mencari pekerjaan diluar. Saya datang bukan untuk mencari uang, saya memang benar-benar ingin menjaga Faza.”
“ Ngga bisa, anda ngga bisa bekerja di luar saat anda tinggal di rumah saya, itu terlalu bahaya untuk keluarga saya. Saya tidak ingin ada berita-berita buruk yang mengatasnamakan keluarga saya. Tenang saja, anda tidak akan pernah kekurangan selama anda tinggal di rumah saya, gaji yang saya berikan pun pastinya lebih dari cukup untuk menghidupi anda seorang diri.” Balas Azlan.
“ Saya tidak mempermasalahkan gaji saya, tapi niat saya datang bukan karena hal itu.”
“ Saya rasa sudah sangat cukup untuk anda terus mengeluh dengan perjanjian yang sudah saya buat atas dasar pertimbangan banyak hal. Sekarang, anda tinggal menjawabnya, anda setuju atau tidak, kalau anda setuju maka kita akan melanjutkannya tapi kalau anda tidak setuju, ya seperti yang saya ucapkan anda bisa keluar dan tidak mendapatkan hasil apapun.” Ucap Azlan.
Hulya dan Mila pun saling pandang, Tatapan Mila pun mengisyaratkan kekhawatiran yang akan terjadi pada Hulya saat dirinya tinggal di rumah Azlan. Dia benar-benar taku kalau sampai Hulya ketahuan. Namun Hulya tetap tersenyum dan seolah meyakinkan Mila, kalau dirinya akan baik-baik saja dan bisa melakukannya tanpa diketahui oleh semua orang yang tinggal dirumah itu.
“ Wa, apa kamu yakin.” Tanya Mila.
“ Semua demi Faza, Mil. Apapun yang aku lakukan sekarang demi Faza. Hanya dia yang aku punya sekarang di dunia ini. Harapan dan kebahagiaanku hanya terletak padanya Mil, aku yakin aku mampu dan bisa. Inilah yang selama ini aku inginkan Mil, aku bisa bertemu dengan Faza. Ini satu-satunya kesempatan yang aku punya, aku ngga akan menyia-nyiakannya begitu saja. Apapun rintangannya akan aku lakukan. Kamu percaya kan kalau aku bisa.” Ucap Hulya yang meyakinkan Mila.
“ Jangan terlalu lama berpikir, dan saya tidak suka melihat drama yang anda buat disini. Kalau setuju langsung tanda tangani surat perjanjian ini.” Ucap Azlan yang tidak pengaruh dengan situasi yang sedang terjadi antara Hulya dan Mila.
“ Siapa juga yang sedang drama, ok saya setuju dan akan menandatanganinya.” Ucap Hulya yang langsung kembali membuka map dan menandatanganinya. “ Wa, aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan dan ketenanganmu disana, aku akan menggantikanmu melihat dan menjaga Faza. Aku ngga akan pernah meninggalkannya wa, aku janji aku akan selalu ada untuk Faza, dia satu-satunya harta berhaga yang aku miliki di dunia ini.” Ucapnya sebelum bolpoin itu tertempel di kertas yang mungkin setelah ini akan merubah kehidupannya. “ Bismillahirrohmannirrohim.” Akhirnya Hulya menandatangani surat perjanjian itu atas nama Mazna Halwa Aisyah.
Setelah itu bergantian Azlan yang menandatanganinya. Kemudian surat perjanjian itu pun disahkan oleh pengacara Azlan. Karena disini tidak ada pemaksaan dari kedua belah pihak.
“ Ok, saya harus memastikan kalau semua yang tahu tentang surat perjanjian ini hanya orang-orang yang ada di dalam ruangan ini, jangan sampai semua ini tersebar keluar. Kalau sampai ada yang membocorkannya, saya akan jamin hidupnya ngga akan bisa tenang.” Ucap Azlan yang menatap kearah Mila.
Hulya yang paham pun langsung membalasnya. “ Tenang saja, Mila ngga akan mungkin membocorkan kesiapapun. Dia sudah seperti saudara saya sendiri. Saya akan pastikan itu.” Ucap Hulya.
“ Baik, kali ini saya akan mencoba percaya. Kalau begitu kamu besok sudah bisa mulai pindah dan bekerja di rumah saya.” Ucap Azlan yang langsung saja keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Hulya dan Mila.