Keadaan pun kembali membaik setelah Azlan berhasil menyelesaikan masalah Alea. Dan sekarang dirinya pun harus kembali fokus dengan pekerjaannya yang beberapa hari ini dia abaikan. Ternyata banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Azlan, bahkan dirinya lebih banyak meluangkan waktunya di kantor di bandingkan dengan di rumah. Semua yang ada di rumah pun merasa kasihan dengan Azlan yang harus bekerja keras mengurus beberapa perusahaan yang papanya tinggalkan. Alea yang berniat menunggu kakaknya pulang pun pasti tidak sempat bertemu, karena Azlan akan pulang larut dan berangkat awal. “ Pak.” Panggil Yusuf saat sedang menunggu Azlan menyelesaikan penandatanganan berkas. “ Ada apa suf.” “ Apa pak Azlan yakin kalau pak Azlan akan bertemu dengan pak Danu hari ini.” Pertanyaan Yusuf

