Saat ini bi Arum masih terdiam setelah mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Halwa. Dia pun masih berusaha mencerna kalimat Halwa. Sedangkan Hulya pun ikut terdiam, dia membiarkan bi Arum untuk bisa mengerti apa yang baru saja di katakannya. “ Apa maksud Halwa dengan bilang kalau Halwa adalah Hulya. Kenapa sekarang pikiran bibi benar-benar ngga baik nak, coba jelaskan dengan benar pada bibi.” Pinta bi Arum yang masih berharap kalau apa yang baru saja di dengarnya bukanlah satu kenyataan. “ Halwa yang sekarang duduk di depan bibi ini, Halwa yang bibi anggap sebagai anak ini sebenarnya bukan Halwa bi. Ini adalah Hulya, saudara kembar Halwa.” Ucap Hulya yang mengumpulkan keberanian, karena baginya bi Arum adalah orang yang tepat yang harus tahu siapa dirinya sebenarnya. “ Maksudnya

