Tidak salahnya berkorban untuk orang yang banyak berkorban buat kita -ALYA- **** SUASANA di ruangan ayah Alya terasa semakin haru, baik Gina maupun Zikri masih merasa bersalah sekaligus aneh ketika mengetahui fakta tentang Alya. Alya menghela napas pelan. Bukan hanya itu yang ingin Alya ceritakan, masih ada satu perkara lagi. Yaitu mengenai pristiwa yang ia alami selama beberapa hari ini. "Gin ..." Panggilnya lagi. "Iya, Al? Ada yang mau lo ceritain lagi?" Alya mengangguk pelan. "Beberapa hari yang lalu aku ketemu lagi sama pelakunya, Gin," jelasnya. Sontak mata Gina terbelalak kaget, masalah besar seperti ini kenapa baru diberitahukan sekarang. "Lo serius? Terus gimana? Seharusnya Lo lapor polisi aja!" "Dengerin dulu napa, sih, Na. Jangan di potong!" Ujar Zikri yang dibalas de

