18. Tidak Akan Menyerah

1292 Kata

Jadikan Allah sebagai tempat terakhir mu untuk mengadu. -ALYA- ~~~~~ DI ruang ICU seorang lelaki yang dikenal dengan sebutan Sandi; lelaki periang, tidak bisa diam, pecicilan, kini tengah terbaring lemah di ruangang ini. Satu kakinya diperban dan satu lagi sudah diamputasi. Alya, Zikri, dan Gina menatap sahabat mereka itu dengan penuh rasa bersalah. Terutama Gina, ia tak henti mengutuki dirinya—dia menganggap Sandi seperti ini karena dirinya. Andai saja waktu itu dia tidak lari dari lelaki yang dikenalkan Mamanya, andai saja waktu itu dia tidak melibatkan mereka ke dalam masalahnya mungkin semua ini gak akan terjadi. Mungkin Sandi dan Zikri akan sehat seperti biasanya, tanpa luka sedikit pun. Gina sunggu sangat menyesal dengan kejadian ini. Ketiganya dipersilahkan masuk oleh Mama sand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN