"Ini malam bulan purnama, kamu akan hancur, Darsimah!" Suara bariton itu menggelegar. "Apa? Jadi ini malam purnama," kilah Darsimah yang masih dalam jaring-jaring, ia berusaha terbang. Akan tetapi, tak bisa. "Wowo, apakah itu kamu? Tunjukkan dirimu. Jangan menghilang." "Hahhaa aku menghirup ketakutan dari aura tubuhmu," ujar suara bariton itu yang tiba-tiba muncul di depan Darsimah. "Dion!!" pekik Darsimah memelotot. Lantas Dion menampar pipi Tirta supaya pemuda itu sadar. Tirta pun langsung tersadar dan kedua lelaki itu mendekati Darsimah. "Mau apa kalian?" Darsimah beringsut. Tak berselang lama datang Wowo sambil membawa air satu ember dan menyirami rambut Ketty yang terbakar, kemudian ia melirik kepada Darsimah seraya menyeringai. Wowo meminta Dion dan Tirta untuk memegangi Dar

