Ketty Bucin

1138 Kata

Tok, tok, tok!! "Devina, ini aku. Boleh aku masuk." Dion terus saja mengetuk pintu berkali-kali. Nirmala menghela napas panjang dan ia menatap nanar punggung Dion. Masih basah diingatannya bahwa Dion pernah mengatakan sangat mencintai Devina saat di rumah di hadapan Wowo, hari di mana dirinya mengetahui jika Dion selalu menjadi Ferdian. Devina yang sedang duduk di atas kasur, ia beranjak membuka pintu. Derit pintu terdengar, membuat Dion sumringah. Kini tampak wajah gadis yang dicintainya sudah ada di hadapannya. Meskipun tersirat ada kesedihan yang nampak dari wajah Devina. "Aku tak mau makan." "Aku boleh masuk," ucap Dion menerobos masuk. "Hai, udah aku bilang kalau nggak mau makan," rutuk Devina kesal. Ia melipat kedua tangannya dan mengekori Dion dari belakang. "Aku ingin lihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN