Susi tidak mau melihat Boni marah seperti itu. "Kita bicarakan baik-baik." Wanita itu membujuk sang suami. Memasang wajah semanis mungkin. Boni tampak datar. Nirmala di dalam kamar masih meringkuk, ia keringat dingin saking takutnya mendengar ucapan Boni. Menyelusup di bawah selimut sembunyi. Ini bukan salahnya Nirmala, ia hanya korban karena cinta Wowo yang buta. "Tapi, jika anak itu lahir gimana?" "Bukankah kita akan janji menghadapi apa pun yang terjadi. Istighfar." Wanita paruh baya itu menuntun sang suami untuk masuk ke dalam kamar. Boni pun mendadak terdiam dan ia mengikuti perintah Susi. Lelaki itu sayang kepada Nirmala. Saking sayangnya ia takut terjadi apa-apa kepada anak angkatnya itu. Suasana menjadi hening. Nirmala membuka selimutnya dan ia menghela napas lega. Menunggu pet

