Matahari sebentar lagi bergilir ke ufuk barat, semilir angin sore membelai surai panjang milik Nirmala yang fokus melanjutkan pencariannya. Ia tidak dapat informasi apa-apa dari lelaki setengah baya tadi yang menegurnya. Langkah wanita itu sudah terseok-seok, rasa lapar sudah membuat perutnya keroncongan minta jatah. Namun, di pertengahan jalan berpapasan dengan Ria. "Di mana Willy?" tanya Nirmala sambil menarik tangan Ria. "Lah, bukannya semalam kamu udah maen sama dia? Kenapa tanya samaku?" ketus Ria sambil memalingkan wajahnya. "Cepat, jangan bohong!" sentak Nirmala berusaha tegas kepada wanita itu yang sudah berhati iblis. "Beneran serius," sahut Ria sambil mengerucutkan bibirnya. Nirmala menyelidik penampilan Ria yang berbeda, memakai celana jeans, dan baju atasan bunga-bunga, s

